Ini semua karena engkau
Orang-orang boleh mencaci mu. Mungkin sudah menjadi tugas yang lain seperti itu. Aku tidak tau juga kenapa sekenario Tuhan kadang menyebalkan? Tenang aku tidak memebenci Tuhan ku. Pada waktu-waktu yang aneh Dia begitu lembut. sampai sungguh menembus hati ku yang membatu.
Aneh.. Aku anggap hidup itu demikian. Begitu absurd. Aku tidak pernah segila ini dalam hal apapun, Kecuali cinta.
Di berapa tahun belakangan (sekitar 4 lebih) aku membunuh rasa cinta ku terhadap wanita manapun. Memakai akal disetiap pertemuan dengan wanita mana pun. Napsu ku memang masih ada tapi persaaan Cinta dan sayang sunguh habis telah kulimpahkan kepada Alm.Ibu ku.
Sampai beberapa minggu belakangan ini. Aku mulai hampir gila takut kehilangn itu muncul lagi.
Jujur saja aku tidak pernah pulang kerumah sejak sepeninggalan Ibu ku.
Aku memang masih menyimpan dendam kepada ayah ku dan trauma yang ditimbulkan akibat perbuatannya terhadap ibu dan aku.
Aku sangat takut untuk pulang jika ibu tak ada di rumah. Karena Ibu sangat lembut bakan di setiap cubitannya.
Aku masih mencari serupanya ibu. Tanpa pernah mengeluh dengan kerasnya pukulan dari ayah ku. Omongan dari wanita yang aneh itu. Wajar jika Ibu ku cemburu dia istri mu(Ayah).
Maka kenapa aku tak berani mencinta wanita? Aku mempunya alasan, yaitu ; takut kehilangan; takut bahwa aku mewarisi sikap ayah ku.
Walau saat ini. Aku tak bisa lagi membohongi diriku. Bahwa aku telah mecintai satu wanita yang begitu dekat dengan ku. Bahkan pikiran ku di penuhinya. Sial hati ini tak sanggup lagi berbohong bahwa kau telah menghancurkan hati yang membatu dan menyiraminya agar subur sampai tanaman itu menyentuh kepala ku.
Aku tak bisa lagi mengelak.
Sungguh ini begitu berat.
Ini menimbulkan obsesi yang liar.
Aku tak berbohong. Aku ingin kamu.
Tapi...
Jika memang memiliki mu mempunyai syarat akan ku penuhi semuanya.
Aneh.. Aku anggap hidup itu demikian. Begitu absurd. Aku tidak pernah segila ini dalam hal apapun, Kecuali cinta.
Di berapa tahun belakangan (sekitar 4 lebih) aku membunuh rasa cinta ku terhadap wanita manapun. Memakai akal disetiap pertemuan dengan wanita mana pun. Napsu ku memang masih ada tapi persaaan Cinta dan sayang sunguh habis telah kulimpahkan kepada Alm.Ibu ku.
Sampai beberapa minggu belakangan ini. Aku mulai hampir gila takut kehilangn itu muncul lagi.
Jujur saja aku tidak pernah pulang kerumah sejak sepeninggalan Ibu ku.
Aku memang masih menyimpan dendam kepada ayah ku dan trauma yang ditimbulkan akibat perbuatannya terhadap ibu dan aku.
Aku sangat takut untuk pulang jika ibu tak ada di rumah. Karena Ibu sangat lembut bakan di setiap cubitannya.
Aku masih mencari serupanya ibu. Tanpa pernah mengeluh dengan kerasnya pukulan dari ayah ku. Omongan dari wanita yang aneh itu. Wajar jika Ibu ku cemburu dia istri mu(Ayah).
Maka kenapa aku tak berani mencinta wanita? Aku mempunya alasan, yaitu ; takut kehilangan; takut bahwa aku mewarisi sikap ayah ku.
Walau saat ini. Aku tak bisa lagi membohongi diriku. Bahwa aku telah mecintai satu wanita yang begitu dekat dengan ku. Bahkan pikiran ku di penuhinya. Sial hati ini tak sanggup lagi berbohong bahwa kau telah menghancurkan hati yang membatu dan menyiraminya agar subur sampai tanaman itu menyentuh kepala ku.
Aku tak bisa lagi mengelak.
Sungguh ini begitu berat.
Ini menimbulkan obsesi yang liar.
Aku tak berbohong. Aku ingin kamu.
Tapi...
Jika memang memiliki mu mempunyai syarat akan ku penuhi semuanya.
0 Response to "Ini semua karena engkau"
Post a Comment