Quotes Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer - Qoutes
Buku Bumi Manusia adalah buku pertama dari Tetralogy Baru karya Pramoedya Ananta Toer yang di terbitkan pertama kali Hasta Mitra tahun 1980. Dia menulis buku ini pada saat masih mendekam di Pulau Buru. Setelah di terbitkan, Bumi Manusia dilarang beredar Setahun kemudia oleh perintah Jaksa Agung. Sebelum dilarang beredar buku ini berhasil dengan sepuluh kali cetak ulang dalam setahun (1980-1981). Sampai tahun 2005, buku ini berhasil beredar dengan 33 bahasa. Pada September 2005 buku ini di terbitkan kembali oleh Lentera Dipantara. Buku ini melingkupi masa kejdain antara tahun 1898 samapi tahun 1918. Masa ini munculnya pemikiran politik etis dan masa awal Kebangkitan Nasional Indonesia. Masa ini juga masuknya pemikiran rasional ke Hindia-Belanda, masa awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern yang juga awal kelahiran demokrasi pola Revolusi Prancis.
Adapun Quotes Bumi Manusia :
"Berterimakasilah pada segala yang memeberi kehidupan"
"Seorang yang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalgi dalam tindakan"
"Kau terpelajar, cobalah setia pada kata hati"
"Kita telah melawan Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya"
"Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai (Nyai Ontosoroh)"
"Jika kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikir waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana"
"Cerita tentang kesenangan selalu tidak menarik. Itu bukan cerita tentang manusia dan kehidupannya, tapi tentang surga, yang jelas tidak terjadi di atas bumi kita ini"
“Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput.”
“At the beginning of all growth, everything imitates.”
“Painting is literature in colors. Literature is painting in language.”
“Jangan hanya ya-ya-ya. Tuan terpelajar, bukan yes-man. Kalau tidak sependapat, katakan. Belum tentu kebenaran ada pada pihakku ...”
“Suatu masyarakat paling primitif pun, misalnya di jantung Afrika sana, tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan.”
“The fracture of pencil still useful, but the fracture of soul,
we couldn't use it, Mister.”
“The fracture of pencil still useful, but the fracture of soul,
we couldn't use it, Mister.”
"Hidup dapat memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima.”
“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya”
“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri."
“Pity is the feeling of well-intentioned people who are unable to act.”
"Life can give everything to whoever tries to understand and is willing to receive new knowledge."
“Dengan melawan kita takkan sepenuh kalah,”
“You must first of all think justly. Don’t sit in judgment over others when you don’t know the truth of the matter.”
“There is no love that appears suddenly out of the blue, because love is a child of culture, not a stone dropped from heaven.”
“Juga jangan jadi kriminil dalam percintaan-yang menaklukan wanita dengan gemerincing ringgit, kilau harta dan pangkat. Lelaki belakangan ini adalah juga kriminil, sedang perempuan yang tertaklukan hanya pelacur.”
“Bagaimana bisa manusia hanya ditimbang dari surat-surat resmi belaka, dan tidak dari wujudnya sebagai manusia?”
“Mas, kan kita pernah berbahagia bersama ?"
"Tentu, Ann."
"Kenangkan kebahagiaan itu saja, ya Mas, jangan yang lain.”
“Do not underestimate the human being, who sometimes appears so simple. Even with sight as sharp as an eagle, a mind as sharp as a razor, senses more powerful than gods, hearing that can catch the music and the lamentations of life, your knowledge of humanity will never be total.”
“If people don't recognize such limits, God will make them realize His own way”
“It is proper for people to have friends, friendships without self-interest. Without friends, life is too lonely.”
"Kau harus berterima kasih pada segala yang memberimu kehidupan, sekali pun dia hanya seekor kuda"
"Kasihan hanya perasaan orang berkemauan baik yang tidak mampu berbuat. Kasihan hanya satu kemewahan, atau satu kelemahan. Yang terpuji memang dia yang mampu melakukan kemauan baiknya."
Buku Bumi Manusia adalah buku pertama dari Tetralogy Baru karya Pramoedya Ananta Toer yang di terbitkan pertama kali Hasta Mitra tahun 1980. Dia menulis buku ini pada saat masih mendekam di Pulau Buru. Setelah di terbitkan, Bumi Manusia dilarang beredar Setahun kemudia oleh perintah Jaksa Agung. Sebelum dilarang beredar buku ini berhasil dengan sepuluh kali cetak ulang dalam setahun (1980-1981). Sampai tahun 2005, buku ini berhasil beredar dengan 33 bahasa. Pada September 2005 buku ini di terbitkan kembali oleh Lentera Dipantara. Buku ini melingkupi masa kejdain antara tahun 1898 samapi tahun 1918. Masa ini munculnya pemikiran politik etis dan masa awal Kebangkitan Nasional Indonesia. Masa ini juga masuknya pemikiran rasional ke Hindia-Belanda, masa awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern yang juga awal kelahiran demokrasi pola Revolusi Prancis.
0 Response to "Quotes Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer - Qoutes"
Post a Comment