NIHILISME
Nihilisme adalah sebuah pandangan filosofi yang sering dihubungkan dengan Friedrich Nietzsche. Nihilisme mengatakan bahwa dunia ini, terutama keberadaan manusia di dunia, tidak memiliki suatu tujuan. Nihilis biasanya memiliki beberapa atau semua pandangan ini: tidak ada bukti yang mendukung keberadaan pencipta, moral sejati tidak diketahui dan etika sekuler adalah tidak mungkin. Karena itu, kehidupan tidak memiliki arti dan tidak ada tindakan yang lebih baik daripada yang lain.
Beberapa filsuf yang pernah menulis mengenai nihilisme adalah Friedrich Nietzsche dan Martin Heidegger. Istilah nihilisme sendiri pertama dicetuskan oleh Ivan Turgenev dan diperkenalkan ke dunia filosofi oleh Friedrich Heinrich Jacobi (1743–1819).
Pada prinsipnya, manusia hidup selalu membutuhkan pegangan, jika suatu ketika manusia telah kehilangan peganganya. Secara garis besar, pegangan itu biasanya diidentikan dengan tuhan. Jika kemudian ada wacana bahwa tuhan itu telah mati seperti kutipan di bawa, maka secara tidak langsung manusia akan tetap mencari pegangan itu. Dengan wacana inilah bibit-bibit nihilisme lahir.
"Tuhan sudah mati, Tuhan tetap mati. Dan kita telah membunuhnya. Bagaimanakah kita, adalah pembunuh dari semua pembunuh, menghibur diri kita sendiri? Yang paling suci dan paling perkasa dari semua yang pernah dimiliki dunia telah berdarah hingga mati di ujung pisau kita sendiri. Siapakah yang akan menyapukan darahnya dari kita? Dengan air apakah kita dapat menyucikan diri kita? Pesta-pesta penebusan apakah, permainan-permainan suci apakah yang perlu kita ciptakan? Bukankah kebesaran dari perbuatan ini terlalu besar bagi kita? Tidakkah seharusnya kita sendiri menjadi tuhan-tuhan semata-mata supaya layak akan hal itu maka ? (Nietzsche, Die fröhliche Wissenschaft, seksi 125)"
Kutipan di atas, adalah pemikiran Nietzsche yang tertuang dalam bukunya Die fröhliche Wissenschaft yang cukup radikal di zamannya tentang keberadaan Tuhan dan konsep “nihilisme itu sendiri”. Nihilisme merupakan suatu paham yang meyakini bahwa dunia ini terutama tentang keberadaan manusia yang sesungguhnya tidak memiliki alur dan tujuan. Nihilisme juga berasal dari bahasa latin yang berarti nothing atau “tidak ada”. Itu artinya dalam Gott ist tot ( Tuhan telah mati) Nietzsche (sang pembunuh Tuhan) menganggap dengan adanya Tuhan hanya akan mengekang ke kreatifitasan manusia oleh hukum-hukum keagamaan yang sesungguhnya hanya pameo kosong yang tak ada urat sarinya. Karena seharusnya bukan kepada agama serta ajaran apapun yang ada melainkan diamanusianya itu sendirilah yang menjadi penguasa bagi dirinya sendiri, yang akan menentukan kearah mana jarum takdirnya berputar. Maka dari itu Nihilisme sangat tidak percaya pada sesuatu yang tidak bisa dilogikakan, seperti adanya kehidupan sesudah kematian. Pengingkaran terhadap tuhan inipun dapat kita temukan dalam beberapa ideologi seperti atheisme dan sekularisme yang sedang marak di zaman sekarang ini.
Nihilis memiliki beberapa atau semua pandangan: “1) Tidak ada bukti yang mendukung tentang keberadaan pencipta, 2) Moral sejati yang tidak diketahui ujung pangkalnya, dan 3) Etika sekular adalah tidak mungkin ada tanpa ada yang mengadakan”. Karena kehidupan pada dasarnya tidak memiliki arti apa-apa, dan jikapun kemudian menjadi berarti itu semata karena ada seseorang yang mengartikan sebisa-bisanya dalam memberi arti, dan alhasil antara agama satu akan beda prinsip kebaikannya dengan agama lain, maka yang timbul kemudian adalah perang agama dan setelah itu akan mencetuskan indifidualis komplek yang nyata SARA “tidak ada yang lebih baik dari pada yang lain.”
Makanya disini kita harus berpegang teguh pada metode kualitatif dengan tanpa meniadakan konsep Ontologi atau metafisik.

0 Response to "NIHILISME"
Post a Comment