Quotes Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer
Buku Anak Semua Bangsa (Child Of All Nations) adalah buku ke-2 dari seri Tetralogi Baru karya Pramoediya Ananta Toer. Beberapa bulam setelah terbit pada tahun 1981. Buku ini dilarang beredar sama dengan buku pertamanya Bumi Manusia dilarang beredar oleh kejaksaan Agung. Sinopsis : Pada Seri kedua ini meceritakan batin Minke dimana istrinya Annelis harus di bawa paksa ke Belanda. Tetapi Kelurga Nyi Ontosoroh tidak tinggal diam, sehingga dikirimlah teman sekolah Minke yang bernama Panji Darma alis Jan Depperste untuk memantau keadaan Annelis disana. Komunikasi melalui surat-menyurat. Di sisi lain Minke tidak mau tinggal diam melawan keadaan. Di terus belajar kepada Nyi Ontosoroh tentang banayk hal. Mau tau lanjutannya. Makanya Baca dong....
Adapun Quotes / Kata bijak dari buku Anak Semua Bangsa - Pram :
"Tahu kau mengapa aku sayang kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam di telan angin, akan abadi, samapi jauh di kemudian hari. (Mama, 84)"
"Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barang siapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barang siapa memandang hanya pada penderitaannya saja, dia sakit."
"Kehidupan lebih nyata daripada pendapat siapa pun tentang kenyataan."
"Barangsiap muncul di atas masyarakatnya, dia akan selalu menerima tuntutan dari masyarakat-masyarakat yang menaikkannya, atau yang membiarkannya naik.... Pohon tinggi dapat banyak angin? Kalau Tuan segan menerima banyak nagin, jangan jadi pohon tinggi"
"Tak ada satu hal pun tanpa bayang-bayang, kecuali terang itu sendiri."
"Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. Kan kau sendiri pernah bercerita padaku : nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesai dunia dan dengan kehebatan-kehebatannya dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu penegtahuannya. Tapi si penipu tetap si penipu, si pembohong tetap si pembohong dengan ilmunya dan pengetahuannya."
"Pernah ku dengar orang kampung bilang : sebesar-besar ampun adalah orang yang meminta anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya."
"Kau pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, Pribumu itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu."
"Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia."
"Semua yang terjadi di bawah kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir."
"Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh."
"Barang siapa tidak bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan : dijahatin atau menjahati. (Mama, 4)"
"Sahabt dalam kesulitan adalah sahabat dalam segalah-galanya. Jangan sepelekan persahabatan. Kehebatannya lebih besar daripada panasnya permusushan."
"Kartini pernah mengatakan : mengarang adalah bekerja untuk keabadian."
"Kekuatan yang kita miliki mungkinlah tidak sebanding dengan ketidakadilan yang ada, tapi satu hal yang pasti : Tuhan tahu bahwa kita telah berusaha melawannya."
"Setiap saat orang bisa minta ampun pada Tuhan, bila berdosa terhadap-Nya, dosa terhadap sesama manusia lain lagi, terlalu susah untuk mendapat ampun daripadanya. Tuhan Maha Pemurah, manusia maha tidak pemurah."
"Revolusi Prancis, mendudukan harga manusia pada tempatnya yang tepat. Dengan hanya memandang manusia pada satu sisi, sisi penderitaan semata, orang akan kehilangan sisinya yang lain. Dari sisi penderitaan saja, yang datang pada kita hanya dendam, dendam semata..."
"Ngeri Matahari Terbit, negeri Kaisar Meiji itu berseru pada para perantaunya, menganjurka : Belajar beladiri sendiri! Jangan hanya jual tenaga pada siapa pun! Ubah kedudukan kuil pengusaha, biar kecil seperti apa pun; tak ada modal? berserikat, bentuk modal! Belajar kerja sama! Bertekun dalam pekerjaan!"
"All we can do si pray, Ma, Pray.
No, Child, these are the deeds of human beings. Plannes by the brains of humans, and by the warped hearts of humans. It is to people we must speak our words. God has never sided with the defeated."
"Kau harus bertindak terhadap siapa saja yang mengambil seluruh atau sebagian dari milikmu, sekali pun hanya segumpal batu yang terletak di bawah jendela. Bukan karena batu itu sanagat berharga bagimu. Azasnya : mengambil milik tanpa ijin : pencurian; itu tidak benar, harus dilawan."
"Aku bangga menjadi seorang liberal, Tuan, liberal konsekwen. Memang orang lain menamainya liberal keterlalauan. Bukan hanya tidak suka ditindas, tidak suka menindas, kebih dari itu : tidak suka adanya penindasan........."
"Tak ada persiapan terlalu pagi"
"Han memang bukan sesuatu yang baru. Jalan setapak setiap orang dalam mencari tempat ditengah-tengah dunia dan masyarakatnya, untuk menjadi diri sendiri, melelahkan dan membosankan untuk diikuti.
Lebih membosankan adalah mengamati yang tidak membutuhkan sesuatu jalan, menjangkarkan akar tunggang pada bumji dan tumbuh pada pohon."
"Sepandai-pandainya lelaki, kata bujang nenekku dulu semasa aku masih muda, kalau sedang gendrung : dia sungguh sebodoh-bodoh si tolol."
"Aku kira setiap penulis yang jujur, akhir-kelaknya kan kecewa dan dikecewakan.
"Keajaiban pengetahuan : Tanpa mata yang melihat dia membikin orang mengetahui luasnya dunia : dan kayanya, dan kedalamannya, dan kandungannya dan juga sampar-samparnya"
Semoga bermanfaat....!!!

0 Response to "Quotes Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer"
Post a Comment